Postingan

Titik Akhir di Negeri Peri Part 4

Gambar
Kubuka mata perlahan, Ibu mengenggam erat tanganku.
"Bu, Dessa kira Dessa tidak akan bertemu Ibu lagi" aku langsung mulai bicara.
"Dessa, jangan terlalu memikirkan hal yang sudah terjadi. Berusahalah untuk ikhlas" Ibu malah menasehatiku.
"Dokter bilang, jika pikiranmu sudah tenang, kamu boleh pulang ke rumah" Ibu melanjutkan.
Sebenarnya aku tak ingin memikirkan masa laluku. Namun terkadang sakit hati itu muncul kembali. Disini dihatiku.Aku kini melihat wajah Ibuku, wajah yang selalu tegar dalam kondisi apapun.
"Sa, Bapakmu itu sebenarnya baik, hanya saja ada yang belum tuntas dengan masa lalunya.
Bapak pernah bercerita ke Ibu, sering dipukul oleh orangtuanya. Efeknya Bapak mengalami banyak ganguan jiwa setelah dewasa. Kadang Bapak marah-marah terhadap sesuatu dan melampiaskan ke Ibu. Padahal sesuatu itu bisa dihadapi dengan kepala dingin. Tapi tidak untuk Bapak. Bapak akan mencari seribu kelasahan Ibu. Tapi Sa, bagaimana pun juga Bapak adalah orang …

Andai Aku Menjadi Fasilitator Bunda sayang

Gambar
Andai Aku Menjadi Fasilitator Bunda Sayang Saya akan berusaha memaksimalkan potensi diri. Bersama teman-teman bunsay belajar, berbagi dan melayani teman-teman. Memudahkan teman-teman agar semangat dalam menjawab tantangan bunda sayang.Selain ada badge standar bunsay. Saya pribadi akan memilih satu yang paling diantara outstanding Performance untuk diberikan sertifikat penghargaan kelas karena konsistensi dan tulisannya yang menginspirasi.Tentunya banyak hal yang harus saya siapkan dan saya pelajari, dalam melakukan hal tersebut saya akan mengupgrade diri saya serta melihat potensi teman-teman bunsay. Apa yang nantinya bisa dibagi oleh teman-teman di dalam grup. Biasanya sebagai fasilitator, kita menjadi contoh para peserta bunsay. Maka saya pribadi akan berusaha sebaik mungkin menjadi contoh dengan cara sharing dan memberikan wawasan baru kepada para peserta bunsay.Untuk mengikat makna dan persaudaraan dalam kelas. Saya akan membuat program perkelompok. Nantinya di dalam kelompok itu …

Ujian Nasional di Wajah Anak Sekolah Dasar 

Gambar
USBN tingkat SD memang tidak dijadikan sebagai standar kelulusan. Namun untuk tahun ini, hasil ujian tetap akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penerimaan peserta didik baru. Hal ini menuntut anak-anak untuk belajar lebih keras dalam menempuh ujian. Karena menentukan langkah selanjutnya ke jenjang berikutnya, yaitu SMP. Selain USBN, ada pula Ujian Sekolah (US) yang akan diikuti siswa. Lima mata pelajaran yang diujikan dalam US yaitu: Pendidikan Agama, PPKN, IPS, Seni Budaya, serta Penjaskes (Pendidikan Jasmani Kesehatan). Tentu para anak SD harus siap menghadapi dua ujian, yaitu USBN dan US. Berdasarkan informasi, Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNASadalah sistem evaluasi standar pendidikandasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesiaberdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secar…

Titik Akhir di Negeri Peri Part 3

Gambar
Part 3Hujan pagi ini, kepalaku sakit. Orang dengan gangguan jiwa masa lalu memang terkadang sulit menikmati harinya dengan bahagia.***
"Ini kamu bilang susah?!" suara Bapak menggema dan berteriak ditelingaku. Aku tertunduk sambil menahan tangis. Karena jika menangis Bapak justru akan main fisik. Jadi kutahan air mata ini untuk jatuh. Sementara Ibu hanya terdiam tak mampu berbuat apa-apa, wajahnya berkaca-kaca. Sedikit ada air mata di pipinya."Jawab! Masa Ujian Kelulusan SD saja kamu tidak mampu? Bapak malu. Kamu lihat si Kania, kakakmu, dia tak pernah absen dari peringkat kelas. Selalu juara 1, masuk ke sekolah favorit. Dan sebentar lagi akan terbang ke Irlandia!""Pak, Dessa bukan anak yang seperti Bapak kira. Jangan begitu Pak" kak Kania berusaha membelaku.
"Diam kamu!" Bapak malah membentak kak Kania.Malam itu diluar hujan deras. Suara petir semakin membuat suasana rumah menjadi suram. Tentang perasaanku, ya aku sakit hati dengan ucapan Bapak.…

Titik Akhir di Negeri Peri Part 2

Gambar
Part 2
Rutinitas sama setiap hari membuatku bosan. Sekolah kemudian rumah, begitu berulang. Aku lebih memilih sendiri dan mencari sudut ternyaman di sekolah. Konon katanya selalu menjadi buah bibir di kalangan senior.
"Kamu, Dessa kan?" Seorang pria tinggi, agak kurus dan berambut ikal menyapaku. Sementara aku asyik  dengan buku yang kubaca. Aku menoleh dan menjawab  seperlunya. Si pria  ini masih tidak beranjak dan mulai  berbicara lagi. "Kamu ditunggu ketua mading tuh di ruang  OSIS, dia ingin bertemu kamu." Aku sontak  kaget. Ketua mading adalah si penulis terkenal itu, juara menulis cerpen seIndonesia tingkat SMA.
"Hmm, makasih kak, saya segera ke ruang OSIS." Kataku  singkat. Dengan langkah penuh semangat aku berjalan menuju ruang osis, lebih tepatnya aku bangga sampai dipanggil khusus. Dan pintu ruang  OSIS pun ku ketuk. "Masuk." Kata suara didalam. Aku melangkah Masuk dan melihat ada beberapa senior disitu. Mataku fokus  pada wajah sang …

Titik Akhir di Negeri Peri Part 1

Gambar
Part 1Hujan mengingatkanku akan rasa sakit. Kenangan kecil menari-nari  dalam kepala. Sesak. Bau tanah yang khas setelah hujan turun. Mentari yang sedikit membiaskan  cahayanya. Aku sakit."Dessa, sudah minum obatnya kan?" Ibu membuyarkan lamunanku. "Emm, Dessa bosan Bu, bosan dengan rutinitas ini." Dengan wajah kosong menatap hujan, aku menjawab seadanya. Ada raut wajah sedih dimata Ibu. Ibu hanya terdiam kemudian meninggalkanku sendiri.-----------------
"Sa, akhirnya masuk sekolah, sudah sembuh Sa?" sapa Mia teman sebangkuku. Aku mengangguk dan terdiam lagi. Aku masih tak bersemangat untuk banyak bercerita. Terlalu sakit. 
Pohon beringin besar yang ada di taman sekolah adalah  tempat favoritku untuk duduk sendiri dan menulis. Aku akan memanfaatkan waktu istirahat dan menghabiskannya untuk menulis.
Awal September 2011, Itu kali terakhir aku bertemu Kania, kakak pertamaku. Ia tinggal di negeri penghasil keju terbesar di dunia. Ia selalu membawakan keju seb…

Si Gajah

Gambar
Hari ini ceritanya Aqila punya tugas bercerita kepada kakak Arkaan.
Akhirnya dia menceritakan sesuatu. Ini tentang Si Gajah yang mengganggu burung dan anak burung yang sedang makan di atas pohon.Aqila menjelaskan dengan detail si Gajah yang belalainya mengganggu para burung. Kemudian Aqila mulai berkreasi dengan ceritanya.Bagi saya mendengarkan cerita Aqila lebih seru dan bahkan Arkaan sering ikut bertanya. Entah dianggap false cellebration. Ya tidak masalah. Karena bagi saya mendongeng tidak hanya saya yang memberikan kepada anak. Ternyata anak-anak lebih keren punya banyak ide.Dan selanjutnya saya membiarkan Arkaan dan Aqila mendongeng dengan gaya masing-masing.#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination#ODOPfor99days