Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Untuk Teman

Aku mengingatmu, mengingat wajah yang sendu itu. Hai, teman, bisakah aku menukar posisi hidup denganmu? Agar aku bisa merasakan bagaimana sakitnya wajahmu, pilunya hatimu. Kenapa kamu berdiam diri disana? Tidakkah kamu berfikir untuk melawan? Jika bahagiamu adalah rasa sakit, lalu untuk apa kamu datang kepadaku? Berbagi lukakah? Aku tak bisa mengerti, kecuali aku berada diposisimu saat ini.
Tidakkah kamu berfikir untuk mengakhiri hidup? Pasti jawabanmu tidak, karena alasanmu bertahan adalah anak. Tidakkah kamu berfikir untuk berpisah dengan pasangamu? Jawabannya tidak lagi, karena kamu lebih memilih bertahan, lagi dan lagi dengan alasan anakmu. Jika tak ada anak, apakah kamu masih mau berdiri disana? Dengan sayatan sembilu secara fisik dan hati. Tidakkah kamu lelah? Ah, bagaimana caranya aku bisa memposisikan diri menjadi kamu? Harusnya kamu tak perlu datang, tak usah bercerita kepadaku, karena setiap hari aku merasa ikut sakit, ikut lara, membayangkan kamu disana. Sementara disini ak…