Untuk Teman

Aku mengingatmu, mengingat wajah yang sendu itu. Hai, teman, bisakah aku menukar posisi hidup denganmu? Agar aku bisa merasakan bagaimana sakitnya wajahmu, pilunya hatimu. Kenapa kamu berdiam diri disana? Tidakkah kamu berfikir untuk melawan? Jika bahagiamu adalah rasa sakit, lalu untuk apa kamu datang kepadaku? Berbagi lukakah? Aku tak bisa mengerti, kecuali aku berada diposisimu saat ini.

Tidakkah kamu berfikir untuk mengakhiri hidup? Pasti jawabanmu tidak, karena alasanmu bertahan adalah anak. Tidakkah kamu berfikir untuk berpisah dengan pasangamu? Jawabannya tidak lagi, karena kamu lebih memilih bertahan, lagi dan lagi dengan alasan anakmu. Jika tak ada anak, apakah kamu masih mau berdiri disana? Dengan sayatan sembilu secara fisik dan hati. Tidakkah kamu lelah? Ah, bagaimana caranya aku bisa memposisikan diri menjadi kamu? Harusnya kamu tak perlu datang, tak usah bercerita kepadaku, karena setiap hari aku merasa ikut sakit, ikut lara, membayangkan kamu disana. Sementara disini aku merasa nyaman menjadi aku, merasa hidup begitu lurus sampai aku tak bisa menuangkan cerita fiksi soal kekerasan, kekejaman atau hal sedih lainnya. Kata temanku, aku ini si sanguis. Kurang empati. Ia memang. Masa laluku yang bahagia, membuatku menjadi bahagia saat dewasa, apapun bentuk badai yang datang, aku kokoh, aku tegar. Lalu bagaimana denganmu? Bukankah masa kecilmu bahagia? Dan kini aku tak kuasa menahan tangis mendengar kondisimu. Apakah kamu kuat, apakah kamu disana bisa tegar? Bukankah ikhlas itu sulit? Hai, teman, jaga dirimu, carilah Tuhan dan berdoalah sebanyak yang kamu mau. Aku disini akan mendoakanmu selalu. Semoga Tuhan membukakan jalan lain untukmu.

Komentar

  1. Terus beri semangat dan perhatian padanya ya Put., supaya dia ga merasa sendirian

    BalasHapus
  2. Aku ikut prihatin dengan temanmu put..semoga dia tetap sabar dan tabah..

    BalasHapus
  3. Aku ikut prihatin dengan temanmu put..semoga dia tetap sabar dan tabah..

    BalasHapus
  4. Turut prihatin mba sama temannya semoga dia kuat dan sabar ya....

    BalasHapus
  5. Turut prihatin mba sama temannya semoga dia kuat dan sabar ya....

    BalasHapus
  6. Sedih...
    Meski tak tahu siapa dia. Tapi, bahasa narasi kisah yang kamu tulis memberikan banyak arti tentang beratnya berada di posisi sbgai temanmu.

    BalasHapus
  7. Sedih...
    Meski tak tahu siapa dia. Tapi, bahasa narasi kisah yang kamu tulis memberikan banyak arti tentang beratnya berada di posisi sbgai temanmu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dan Trik Mudah Menulis Cerita Anak

Buku Pertama

Lamaran Tukang Gojek