Jahat dan Licik

"Bunda, orang jahat itu seperti apa? Kalau orang licik seperti apa?" Arkaan memulai dengan pertanyaan yang membuat saya berpikir bagaimana seharusnya saya menjawab dengan contoh agar mudah dipahami oleh Arkaan.

"Bunda coba cerita ya, lewat dongeng" begitu saya mencoba menjawab.

***
"Bu, Dino sudah habiskan makanannya. Dino boleh main ya bu" kata Dino
"Sebelum main, Ibu minta tolong Dino ke warung, membeli gula" kata Ibu.
"Tapi Dino kan mau main bu" Dino memaksa Ibunya.
"Ok, setelah dari warung boleh bermain ya" kata Ibu.

Dalam perjalanan menuju warung, Dino bertemu dengan teman-temannya yang sedang bermain bola di lapangan. Teman-teman Dino memanggil Dino.
"Dino main yuk, sini main" ajak teman-temannya.
"Aku disuruh Ibu ke warung" kata Dino.
"Kan sebentar saja Dino, nanti bisa ke warung setelah main" kata teman-temannya.
Dino akhirnya bermain sebentar, kemudian ia ke warung. Setelah itu Dino pulang dan bertemu Ibu.
"Dino lama ya di warung antri?" kata Ibu
"Iya Bu, antri" kata Dino.

Setelah tugas selesai Ibu mengijinkan Dino bermain bersama teman-temannya.
Padahal tadi Dino sudah bermain bersama teman-temannya. Dino pun berbohong kepada Ibu bahwa antri di warung bukan bermain.
***

"Dino jahat ya bohong sama Ibunya" kata Arkaan.
"Dino licik apa coba?" saya pun mencoba bertanya kepada Arkaan.
"Beli gula tapi malah main" kata Arkaan.

Ok, setidaknya Arkaan mengerti apa itu jahat dan licik. Terkadang kita perlu contoh sederhana untuk menyampaikan pesan.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

#ODOPfor99days

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dan Trik Mudah Menulis Cerita Anak

Buku Pertama

Cerita Dibalik Kura-Kura