Nulis Ala Putri Utami DN


Menulis itu bahagia, menulis itu terapi, menulis itu me time dan menulis itu bercerita.

1.Menulis Bahagia
Bagi saya menulis adalah hal yang paling mudah dilakukan. Jadi ingat waktu zaman SMP dan SMA bahwa ternyata kita sudah terbiasa menulis diary bukan? Y, semua bisa menulis. Seharusnya begitu.

Menulis begitu penting untuk saya karena dengan menulis, saya merasa bahagia. Banyak hal dan banyak manfaat yang saya dapatkan dari menulis.

Dengan menulis, kita mengungkapkan segala perasaan, segara curahan hati kita ke dalam tulisan. Dengan begitu perasaan negatif sudah tersalurkan dan hidup jadi lebih bahagia.

2. Menulis Sebagai Self Healing
"Karena kita adalah penyembuh terbaik bagi diri sendiri,"
Reza Gunawan (Praktisi kesehatan holistik).

Karena menulis adalah hal yang paling mudah dilakukan.

Menulis adalah aktivitas favorit banyak orang. Ga percaya? Berapa banyak pengguna media online yang memposting tulisannya? Entah itu tulisan curhat,promo online ataupun tulisan sehari-hari.

Menulis sebagai terapi,
“seseorang yang menderita gejala post-traumatic stress  (PTSD), apabila diberikan perlakuan untuk menulis buku harian, dapat mengurangi ingatan masa lalu, mimpi buruk, dan ingatan-ingatan yang tidak diinginkan serta menolong mereka secara perlahan untuk menghubungkan dengan sesuatu yang sebaliknya  (Klein & Boals, 2001; Sloan & Marx, 2004a).

Menulislah tentang apa saja, bebas, jangan jadi beban, tuangkanlah segala apa yang dirasakan saat itu juga.
Cobalah untuk mengeksplorasi emosi dan mencoba untuk menuliskannya.
Menjelajah rasa adalah hal paling penting yang harus dilakukan.Mendengarkan suara hati. Apa yang harus didamaikan disaat itu. Rasa marahkah? Rasa kecewakah?
Mulai menulis, meskipun hanya 5 menit per hari.

3. Menjadikan Menulis Sebagai Me Time
Menulislah dari hal yang terdekat dengan kita. Masih ingat nulis diary masa SMA? Jangan cuman Dilan yang nulis. Kamu?

Don’t think twice, nanti tidak akan jadi nulis. Nulis ya nulis aja. Bisa di buku merk sidu. Atau note hp, di media online mana aja boleh. Asal jangan nulis ditembok. Itu artinya masa kecil kurang bahagia. Cukup anak saya saja yang begitu.

Buat amunisi menulis, harus rajin baca juga atau bisa juga nonton film agar ide makin banyak dan membuat kita kaya dengan kosakata, kaya dengan imajinasi.

Kita akan menemukan pola tulisan kita. Sebagai contoh tulisan yang sering saya share di media sosial berupa cerita kegiatan anak. Atau quote tulisan inspiratif. Ya saya akan fokus disitu. Atau saat mencoba menulis cerpen ya saya akan share tentang cerpen.

Kita akan tahu ragam ide yang kita tulis. Asal mau konsisten menulis. Kalo saya menepa diri dengan minimal menulis dua kalimat di buku. Maka mulailah untuk menulis. Jangan ditunda.

4. Menulis untuk Bercerita
Saat kita menulis tentang apapun maka kita sedang bercerita. Tergantung bagaimana kita menyajikan cerita tersebut. Fiksi atau non fiksi.

"Penulis adalah Tuhan" kata pepatah. Dan seorang penulis akan memakai sudut pandang subjektifnya sebagai individu.

Bercerita dalam menulis bisa bentuk apa saja. Bisa juga cerita tentang keseharian. Cerita tentang anak. Banyak ide disekitar kita. Maka segeralah menulis.


Bagaimana caranya agar kita mampu menulis?
- Tentukan topik cerita.
- Ambil ide yang paling dekat dengan kita.
- Mulailah menulis dengan membuat beberapa hal dari pertanyaan, siapa, mengapa, kapan, bagaimana, dimana dan apa.
- Buatlah suasana tenang saat menulis, bisa dengan mendengarkan musik atau mencari waktu luang yang santai.
- Setelah menulis, bagikan tulisan kita ke banyak media sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dan Trik Mudah Menulis Cerita Anak

Buku Pertama

Cerita Dibalik Kura-Kura