Monster

Akhir-akhir ini kehidupanku dan kak Rudi mulai berubah. Ada tamu tak diundang. Aku menyebutnya 'monster'. Kak Rudi yang kuat terlihat lemah sekarang. Kak Rudi yang periang terlihat pendiam sekarang. Dan kak Rudi yang pemaaf terlihat suka marah-marah.

Aku terdiam menatap kosong dari jendela, seharusnya
aku melindungi kak Rudi melawan moster itu dan membunuhnya. Kak Rudi memakai perisai, kak Rudi terlihat kuat seperti kesatria. Aku sangat hafal,  dia selalu datang tiap malam pukul 9. Kak Rudi selalu gemetar saat dia datang. Aku selalu mendengar jeritan Kak Rudi dari kamarku. Ini bukan kali pertama aku dengan Kak Rudi bertemu dengannya. Aku sedih melihat Kak Rudi melawannya sendiri, kadang jeritan Kak Rudi terdengar parau. Aku berusaha membantu kak Rudi melawannya dengan memegang tangan kak Rudi  erat-erat. Berkomat-kamit mulutku melantunkan doa. Kak Rudi semakin mengerang namun disela jeritannya, Kak Rudi terlihat melantunkan doa yang sama.
Sampai akhirnya semua itu berakhir. Pagi itu Kak Rudi terlihat begitu tenang, senyum di wajahnya seakan mengatakan "kakak kalah, tapi semua ini sudah berakhir, iya, semua ini sudah berakhir."

Setiap malam aku selalu bermimpi aku mampu membunuh monster yang telah memyebabkan kematian kak Rudi. Dokter menyebutnya kanker paru-paru. Menurutku bukan, ia lebih tepat diberi nama monster pembunuh.

#30DWC
#30DWC13
#squad2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dan Trik Mudah Menulis Cerita Anak

Buku Pertama

Lamaran Tukang Gojek